Terpuruk; Ranieri Tak Mau Salahkan Rekrutan Terbarunya

Keadaan Leicester City bisa dikatakan terpuruk karena berada di urutan 14 klasemen sementara dan mendekati zona degradasi. Raineri tak mau silahkan pemain baru.

Setiap klub pasti ingin merayakan kemenangan untuk waktu yang lama bahkan jika bisa kemenangan tersebut harus berulang kali. Apalagi, kemenangan dengan menjadi juara Liga Primer Inggris, tentu semua klub di Liga Primer Inggris ingin mengulang masa kejayaan berkali-kali. Namun, hal yang berbeda justru terjadi pada Leicester City. Secara mengejutkan, mereka menjuarai Liga Primer Inggris musim 2015/16 lalu. Akan tetapi, kondisinya cukup menyakitkan di musim 2016/17 ini.

Raineri Tak Mau Salahkan Pemain Baru

Claudio Raineri, manajer Leicester City tak ingin menyalahkan para pemain terbarunya yang baru saja direkrut di awal musim ini. Tanggapan ini muncul setelah The Foxes terlihat sempoyongan menghadapi lawan-lawannya dan kehebatan di musim lalu sama sekali tidak terlihat lagi di musim ini. Bisa dibayangkan bagaimana perasaannya jika di musim lalu menempati peringkat tertinggi, sedangkan di musim ini, yang sudah berjalan hampir separuh, posisi Leicester City ada di urutan ke 14 dari 13 laga yang sudah dijalani.

Artinya, saat ini The Foxes hanya berjarak 2 poin saja dari area atau zona degradasi. Padahal, seperti sudah diketahui jika pihak manajemen telah melakukan reformasi dan belanja dengan total yang tidak sedikit untuk kembali mengulang kejayaan di musim lalu. Bahkan, rekrutan seperti Islam Slimani, Ahmed Musa, Nampalys Mendi saat dihadirkan di King Power Stadium, telah merogoh kocek lebih dari 10 juta per kepala. Akan tetapi, kehadiran pemain baru ini dan belanja yang banyak, belum mampu meningkatkan permainan Leicester City.

Di sisi lain, The Foxes memang terlihat cukup apik di Liga Champions dengan dipastikan lolos ke fase 16 besar dan menjuarai grup judi online. Namun, prestasi di Liga Primer Inggris yang sangat bergengsi tentu memberikan tekanan tersendiri bagi setiap pemain terutama Raineri. Ia bahkan mengatakan jika ia tak ingin menyalahkan para pemain baru tersebut. Ia bahkan mengatakan para pemain baru membutuhkan waktu untuk bisa beradaptasi dan kemudian memberikan permainan terbaik mereka.

Raineri Percaya Dengan Anak Asuhnya

Kendati di ujung tanduk, Raineri masih menaruh harapan pada anak asuhnya terutama para pemain baru. Ia bahkan membandingkan rekrutan baru dengan Riyad Mahrez yang bergabung pada tahun 2014 dan baru menunjukkan kemampuan terbaiknya saat musim kedua. Ia menuturkan jika Riyad membutuhkan waktu hingga 6 / 7 bulan untuk beradaptasi, maka pemain lain juga bisa membutuhkan waktu yang sama atau lebih lama lagi.

Namun, ia tidak memungkiri jika musim ini The Foxes bisa dikatakan telah kehilangan segalanya jika dibandingkan dengan musim lalu. Akan tetapi, ia dan semua tim masih memiliki semangat yang sama. Selain itu, ia juga masih mencoba untuk memperkuat tim-nya dengan mencoba menghadirkan rekrutan baru. Kabarnya, di bursa transfer awal tahun 2017 nanti, ia akan menghadirkan pemain baru hingga ke seluruh penjuru dunia untuk meningkatkan kemampuan tim.

Gelandang dari klub Belgia Genk Wilfred Ndidi, kabarnya menjadi incaran Leicester City, akan tetapi Raineri sendiri belum melakukan tindakan resmi atau konfirmasi resmi akan hal tersebut. Tentunya, bukan hal yang mudah bagi Raineri untuk meningkatkan kualitas permainan tim di separuh musim ini. Apalagi jika kehadiran pemain baru ini ternyata masih butuh waktu yang lama untuk beradaptasi.

Apapun, dipastikan jika Raineri dan juga pihak elit klub termasuk para pemain akan berusaha sekuat tenaga untuk membangkitkan semangat dan membalikkan keadaan. Separuh musim waktu yang cukup untuk bisa menghindari zona degradasi. Pasti akan menyakitkan jika hal seperti ini terus berlanjut.