Tom Davis: Man of the Match dari Everton vs Manchester City

Tom Davis yang merupakan pemain muda Everton telah berubah menjadi calon bintang yang bersinar setelah mendapatkan gelar Man of the Match saat lawan Man City.

Setiap pertandingan menyisakan cerita tersendiri.Salah satunya adalah gelar ‘Man of the Match’ yang merupakan gelar yang diberikan kepada satu pemain bandar bola yang terlihat paling menonjok dan berpengaruh.Seperti halnya pertandingan antara Everton vs Manchester City Minggu (15/1) kemarin. Pemain Everton, Tom Davies menunjukkan potensi bintang dengan cara uniknya sendiri.

Tom Davis Terus Mengalami Peningkatan Kualitas

Davies membuat dua penampilan pertama seniornya untuk Everton pada musim lalu, dan hanya di bawah asuhan Ronald Koeman ia telah memiliki lebih banyak kesempatan untuk tampil kedepan. Pelatih asal Belanda tersebut mengambil Davies dari James McCarthy dengan harga £ 24 juta.Ia telah memiliki waktu yang baik di Everton dan kini ia sudah mulai menunjukkan kemampuannya.

Tujuannya profesional pertamanya tidak diragukan lagi. Memang penampilan terbaiknya saat melawan Manchester City juga dibantu oleh pemain lain termasuk saat kemenangan 3 – 0 atas Southampton awal bulan ini. Davies membuat perbedaan nyata. Semua ini menunjukkan jika dia telah mengubur sinar dari pemain lain di masing-masing dua pertandingan liga terakhir Everton.

Seperti yang telah dilaporkan jika di Everton ia berkompetisi dengan para pemain lain dengan cukup mudah. Tidak dipungkiri juga jika kemunculannya adalah sumber kebanggaan bagi pelatih yang telah membawa dia melalui akademi, tapi pelatih bukanlah segalanya karena Davis memiliki keistimewaan.Jadi, bukan pelatih yang telah membuat pemain, melainkan pemain yang membuat pemain.Sudah cukup banyak para pemain mudah berbakat, diasuh oleh pelatih hebat, namun tetap gagal.

Maka bisa dimunculkan pertanyaan, berapa banyak yang para pemain siapkan untuk dikorbankan?Apakah mereka benar-benar percaya pada kemampuan mereka sendiri?Para pelatih yang ada hanya untuk menjaga mereka tetap berada di jalur yang benar dan memberi mereka kesempatan untuk berkembang.

Tom Davis: Calon Bintang Muda dari Everton

Tom Davies mengatakan jika dirinya memiliki tujuan yang luar biasa dan ia merupakan Man of the Match ketika Everton menang 4-0 atas Manchester City. Mantan manajer U21 Everton, Alan Stubbs tentang bakat khusus yang ia miliki. Tom Davis memang masih sangat muda dan itu senada dengan kebiasaan Everton di dalam menemukan bakat dari para pemain muda.Bahkan, jumlah pemain muda yang dimiliki Everton paling banyak dibandingkan dengan klub di Liga Primer Inggris lainnya.Tom Davis salah satunya yang sedang menjadi sorotan.

Pemain muda dengan rambut pirang acak-acakan yang disisir ke belakang dari dahinya, Tom Davies memiliki gayaold school yang unik. Pemain berusia 18 tahun itu terlihat unik dalam lingkungan dan ketatnya pertandingan dari Liga Premier. Apalagi, ia memiliki kualitas dan kinerja yang tak kenal takut ketika membela Everton dari Manchester City, ia menunjukkan ia memiliki bakat untuk diperhitungkan.

Davies adalah pemain termuda di lapangan yang penuh bintang.Ia bermain dengan sangat tenang dan terlihat menguasai permainan. Usai laga itu, ia juga mendapatkan banyak pujian. Namun, Davies bukan tipe orang yang mendambakan pusat perhatian. Gelandang muda tersebut memiliki impian yang besar dari mulai ia bergabung ke klub sepak bola pada usia 11. Pamannya, Alan Whittle, bermain untuk Everton antara 1967 dan 1972. Kerendahan hati Davies sangat terlihat selama wawancara pasca-pertandingan dengan awak media.

Tantangan berikutnya bagi Davies adalah untuk melanjutkan kemajuannya dan menjaga tempatnya di tim. Daya beli Everton telah meningkat secara dramatis sejak pengambilalihan Farhad Moshiri tahun lalu, dan peningkatan pesat terjadi dengan munculnya Davies yang menunjukkan mereka sebagai wadah untuk pembangunan para pemain togel singapore muda.

Musim Pertama, Ibrahimovic: Aku Telah Taklukan Inggris!

Di musim pertamanya bersama Manchester United, Zlatan Ibrahimovic telah mengatakan jika dirinya telah menaklukan Inggris. Ungkapannya, bukan tanpa alasan.

Manchester United terus mendapatkan sorotan akhir-akhir ini. Bukan hanya karena akan melawan Liverpool saja di pekan ini (15/01) melainkan juga karena United sudah mendapatkan 9 kemenangan berturut-turut di semua kompetisi. Pastinya, Zlatan Ibrahimovic juga tidak luput dari perhatian. Apalagi, pemain judi bola yang berusia 35 tahun itu beberapa waktu lalu telah mengatakan bahwa dirinya telah menaklukan Inggris. Pernyataan ini tentu mengundang pertanyaan besar perihal maksud yang diutarakan.

Zlatan Ibrahimovic: Aku Taklukan Inggris!

Striker Manchester United Zlatan Ibrahimovic merasa dia telah “menaklukkan Inggris” di musim pertamanya dan debut pertamanya bersama The Red Devils. Pemain berusia 35 tahun itu telah mencetak 18 gol sejak bergabung bersama United dengan statusnya sebagai pemain bebas transfer dari Paris Saint-Germain pada musim panas lalu. Ia kini sedang fokus menghadapi Liverpool yang berada tepat di depan pandangannya untuk pertandingan hari Minggu (15/01/17). Ini adalah pertandingan yang sangat ditunggu-tunggu.

Dia merasa bahwa cukup baginya untuk dapat menganggap dirinya sukses pada tingkat pribadi dan sekarang akan beralih ke target di tingkat tim untuk memenangkan Liga Premier. Ia mengatakan;

“Saya mengejar trofi utama Liga Premier. Itu adalah tujuan saya,”.

Ia juga menambahkan jika semua hal yang bersifat individual bisa datang sebagai bagian dari apa yang menjadi tujuan utama dari setiap pemain seperti halnya bonus yang merupakan hak untuk setiap pemain dari sisi individu. Namun, jika secara kolektif (tim) berjalan baik, maka otomatis pada level individu pemain juga (berarti setiap pemain telah) melakukannya dengan baik.”

Ibra kemudian mengungkapkan ambisi kuatnya, jika ia masih terus mencoba untuk bisa membantu tim dan mencoba untuk melakukan apa yang terbaik yang ia bisa lakukan seperti mencetak gol, bermain dengan apik dan menciptakan peluang yang baik untuk rekan-rekan se-timnya. Selama ia bisa terus melakukan itu, ia yakin jika ia berarti telah membantu timnya untuk mencapai kesuksesan.

Ia mengungkapkan jika hal yang sama dengan apa yang rekan se-timnya lakukan, mereka membantu dirinya dengan cara yang mereka lakukan untuk tim. Ia tidak merasa memiliki target individu karena ia sudah memilikinya hanya dalam waktu setelah tiga bulan di Inggris. Ia mengatakan dengan yakin;

“Aku menaklukkan Inggris. Itu butuh waktu tiga bulan”.

Ibra Tidak Bisa Terus Bermain

Jose Mourinho mengakui jika striker Ibrahimovic tidak bisa bermain di setiap pertandingan dan dia harus menemukan cara untuk memberikan pemain berusia 35 tahun tersebut waktu untuk beristirahat. Ya, Ibrahimovic direncanakan akan kembali untuk bentrokan krisis pada hari Minggu untuk melawan Liverpool setelah ia jatuh sakit. Ia percaya jika timnya sekarang menemukan kepercayaan diri dan kekuatan mereka di bawah asuhan Jose Mourinho setelah separuh musim berjuang.

United tidak terkalahkan dalam 15 pertandingan di semua kompetisi dan mereka telah memenangkan 9 permainan terakhir berturut-turut tetapi mereka tetap berada di urutan keenam dan berbeda 10 poin dari pimpinan klasemen yakni Chelsea. Dalam hal ini, Ibra mengungkapkan sebagai berikut;

“Saya mengatakan dari awal – pelan, perlahan-lahan, kita akan menjadi lebih baik dan segala sesuatu hanya tentang klik (antara pemain dan pelatih),” kata Ibrahimovic. “Kami membutuhkan (waktu) untuk mengklik sebagai sebuah tim. Sekarang Anda melihat identitas tim.”

Mantan pemain United percaya nama besar togel sgp seperti Ibrahimovic akan menentukan hasil pertandingan hari Minggu melawan Liverpool. Ibrahimovic juga sangat percaya jika tim-nya bisa mendapatkan kemenangan walau sebelumnya perbedaan sangat jauh sekali. Menurutnya, hampir satu setengah bulan terakhir, timnya terus menunjukkan kemampuan yang luar biasa dan perbedaan dengan tim puncak, Chelsea, semakin dekat.

Daftar Klub La Liga Spanyol Dengan Bayaran Gaji Tertinggi

Daftar klub La Liga Spanyol dengan bayarang gaji pemain dari yang tertinggi hingga terendah telah dirilis dan Barcelona berada di urutan pertama disusul Real Madrid.

Daftar klub La Liga Spanyol yang membayar gaji pemain dari mulai yang tertinggi hingga yang terendah telah dirilis. Bisa ditebak jika kemudian Barcelona berada di urutan paling puncak judi bola dengan biaya gaji yang paling tinggi bahkan melebihi Real Madrid. Jika diambil rata-rata, maka gaji pemain yang ada di skuat inti Barca memiliki gaji sebesar 7,1 juta Euro setiap tahun. Menarik memang, apalagi jika gaji dari pemain di Barca ini dibandingkan dengan gaji dari klub urutan terendah yakni Leganes yang hanya 343 ribu Euro.

Daftar Klub La Liga Dengan Gaji Tertinggi

Jika dilihat dari daftarnya, maka ada perbedaan yang mencolok antara gaji yang digelontorkan Barcelona dan Real Madrid jika bandingkan dengan klub lainnya di Liga Spanyol. Barca ada di urutan pertama dengan gaji rata-rata 7,2 juta Euro. Kemudian ada Real Madrid dengan gaji rata-rata 6,3 juta Euro atau berbeda 0,8 juta Euro dengan Barca. Kedua klub paling bergengsi tersebut memang selalu bersaing dalam hampir semua hal.

Menariknya, di urutan ketiga setelah Real Madrid, ada Atletico Madrid yang mengeluarkan gaji rata-rata 3,2 juta Euro. Dengan kata lain, jumlah gaji Atletico hanya setengah dari klub rival sekota, Real Madrid. Sedangkan di urutan keempat dihuni Valencia yang menggelontorkan gaji sebanyak 2,2 juta Euro. Namun, Los Che sepertinya tidak berkembang dengan baik di musim ini walau biaya gaji yang dikeluarkan cukup tinggi.

Berikut ini adalah daftar lengkapnya;

Barcelona, total gaji pemain € 7.128.740

Real Madrid, total gaji pemain € 6.375.090

Atlético, total gaji pemain € 3.260.050

Valencia, total gaji pemain € 2.217.410

Sevilla, total gaji pemain € 2.038.330

Villarreal, total gaji pemain € 1.717.280

Athletic Bilbao, total gaji pemain € 1.622.000

Real Soc., total gaji pemain € 1.281.310

Espanyol, total gaji pemain € 960.739

Deportivo, total gaji pemain € 815.972

Celta, total gaji pemain € 729.958

Málaga, total gaji pemain € 651.214

Granada, total gaji pemain € 629.954

Betis, total gaji pemain € 530.173

Elbar, total gaji pemain € 491.296

Osasuna, total gaji pemain € 483.898

Sporting, total gaji pemain € 444.440

Alavés, total gaji pemain € 377.269

Las Palmas, total gaji pemain € 345.114

Leganés, total gaji pemain € 343.686

Gaji dan Prestasi Seimbang

Dari daftar di atas, dapat dilihat di urutan kelima hingga delapan ada Sevilla, Villarreal, Atheltic Bilbao dan juga Real Sociedad. Klub-klub tersebut yang juga menghuni di deretan Zona Eropa telah membuktikan jika kemampuan mereka menggaji pemainnya bisa dikatakan sebanding dengan prestasi yang mereka dapatkan. Tapi, yang perlu dicatat adalah dari 20 klub La Liga, hanya 8 klub saja yang mampu menggaji pemain dengan rata-rata di atas 1 juta Euro tiap tahun. Sedangkan 12 klub lainnya menggaji di bawah 1 juta Euro.

Bisa dikatakan, perbedaan yang paling mencolok adalah 3 klub di urutan terbawah yakni Leganes, Las Palmas dan Alaves yang rata-rata gaji pemainnya kurang dari 400 ribu Euro. Dengan kata lain, gaji dari pemain Real Madrid sebanyak 200% jika dibandingkan dengan 3 klub terbawah. Dari daftar ini juga membuktikan jika klub terbawah minder ketika akan menggaji pemain mahal  togel singapore seperti saat Las Palmas ingin mendatangkan bomber PSG, Jese Rodriguez.

Andres Ineasta: Siap Pensiun tapi Tetap Setia Untuk Barca

Inesta sangat mencintai Barcelona hingga ia memilih untuk bersama El Barca hingga masa pensiunnya tiba. Ia memiliki pengalaman pahit dan membanggakan di Barca.

Setiap pemain sepakbola memang harus siap untuk menghadapi dimana ia akan menggantungkan sepatunya. Namun, setiap pemain juga memiliki hak kepada klub mana ia akan mengakhiri karirnya. Bagi Andres Ineasta, ia sudah siap untuk melambaikan tangan dan menggantung sepatunya. Namun, ia sangat mencintai Barca hingga tidak ingin waktu itu datang kecuali ia masih membela Barca. Ya, ia memiliki perjuangan taruhan bola yang berat dan sulit untuk kemudian bisa menjadi seperti sekarang ini bersama Barca.

Siap Pensiun, Tetap Cinta Barca Walau Bermain Hanya 10 Menit

Ineasta telah mengaku jika dirinya sudah siap untuk pension di Barca. Hal ini juga dapat dilihat dari status perpanjangan kontrak yang hingga hari ini masih terkatung-katung belum jelas. Namun, sang kapten yang kharismatik tersebut tidak goyah. Ia bahkan mengatakan jika ia memiliki kenangan yang sangat berat bersama Barca. Bahkan, ia pernah merasakan kegetiran saat berada di Barca dimana saat itu ia hanya diberi waktu 10 menit saja untuk bermain di sisa pertandingan. Tapi ia lalui dengan sangat baik.

Walau menghuni bangku cadangan, bukan berarti ia merasa sakit hati. Ya, Iniesta yang kontraknya akan habis pada tanggal 30 Juni 2018 nanti, tetap setia dan cinta kepada Barcelona. Namun, perbincangan serius antara pihak agennya dan petinggi Barcelona yang belum terjadi cukup membuat banyak orang yang bertanya tentang nasib masa depannya. Bahkan, ada dugaan jika Barca sendiri merasa ragu untuk memberikan kontrak kepada Inesta dengan nilai kontrak yang sama dengan kontrak saat ini.

Hal ini dikarenakan Iniesta merupakan pemain dengan gaji yang paling mahal kedua di tubuh Barca setelah tentunya sang mega bintang, Lionel Messi. Hanya saja, Iniesta memberikan angin segar pada Barca dengan mengatakan jika dirinya akan tetap setiap untuk membela Barca. Bahkan ia secara terang-terangan mengatakan jika ia memiliki harapan agar pension bersama klub Catalan ini. Ia memang belum yakin akan masa depannya tapi ia cukup yakin untuk terus membela El Barca.

Iniesta Memiliki Cinta yang Besar untuk Barca

Ia mengatakan jika ia memulai karir dengan semua hal yang baru namun kemudia semuanya telah berkembang sehingga ia menjadi bagian yang penting seperti saat ini. Oleh sebab itu, ia memiliki harapan agar bisa pensiun di Barca. Ia juga mengatakan jika ia memiliki tujuan agar bisa menjadi pemain yang sukses ketika ia pertama kali datang di Barca. Ia tidak akan merasa puas sebelum ia mewujudkan hal tersebut. Semua ini bukan tanpa alasan.

Ya, Iniesta memiliki perjuangan yang cukup pahit untuk bisa mendapatkan posisi utama di tim utama Barcelona. Oleh sebab itu, baginya cukup berat jika pada kenyataannya ia harus pergi meninggalkan Barcelona. Hanya saja, sejauh ini dirinya belum memiliki gambaran apapun di masa depan. Ia juga tidak terlalu peduli dengan masa depannya akan bagaimana ketika ia gantung sepatu. Ia hanya ingin menghabiskan waktu bersama Barcelona.

Ia menceritakan bagaimana perjuangan sulitnya ketika di Barca dimana ia hanya diberi kesempatan untuk bermain 10 menit saja. Itu adalah masa yang sulit tapi ia tetap bertahan dan hal tersebut ternyata menjadi pembuka pintu bagi dirinya untuk kemudian mendapatkan banyak hal yang lebih besar seperti saat ini. Ia sendiri mengatakan tidak tahu masa depannya kecuali ia harus tetap bersama Barcelona hingga masa pensiun tiba nanti poker online.